Welcome To My Blog

Selamat Datang Di Blog Saya Yang Sederhana,Dimana Blog Ini Terdapat Banyak Sekali Informasi Informasi Yang Bermanfaat Untuk Semua Pengunjung.

Manusia dan Keadilan

Minggu, 04 Mei 2014


  • Pengertian Keadilan

Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil.
            Keaadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan kepada pemerintah ? sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.
            Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntuk hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

  • Berbagai Macam Keadilan

1.      Keadilan legal atau keadilan moral
            Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya ( the man behind the gun ). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal

2.      Keadilan distributive
            Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally).

3.      Keadilan komutatif
            Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat


4.      Kejujuran
            Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.

5.      Kecurangan
            Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hari nuraninya atau, orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha. Kecurangan menyebabkan orang menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan. Ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya, ada 4 aspek yaitu aspek ekonomi, aspek kebudayaan, aspek peradaban dan aspek teknik. Apabila keempat asepk tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum. Akan tetapi, apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan.

6.      Pemulihan nama baik
            Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menajaga dengan hati-hati agar namanya baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan bama baik atau tidak baik ini adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatn-perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya. Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak yang baik. Untuk memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir, melainkan harus bertingkah laku yang sopan, ramah, berbuat darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepaa sesama hidup yang perlu ditolong dengan penuh kasih sayang , tanpa pamrin, takwa terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi luhur selalu dipupuk.

7.      Pembalasan
            Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya pergaulan yagn penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah mahluk moral dan mahluk sosial. Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.


  • Makna-makna Keadilan
            Beberapa makna keadilan, antara lain;
 Pertama, adil berarti “sama”
            Sama berarti tidak membedakan seseorang dengan yang lain. Persamaan yang dimaksud dalam konteks ini adalah persamaan hak. Allah SWT berfirman: “Apabila kamu memutuskan perkara di antara manusia, maka hendaklah engkau memutuskannya dengan adil…” (Surah al-Nisa’/4: 58).

Manusia memang tidak seharusnya dibeda-bedakan satu sama lain berdasarkan latar belakangnya. Kaya-papa, laki-puteri, pejabat-rakyat, dan sebagainya, harus diposisikan setara.
Kedua, adil berarti “seimbang”
            Allah SWT berfirman: Wahai manusia, apakah yang memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah? Yang menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu, dan mengadilkan kamu (menjadikan susunan tubuhmu seimbang). (Surah al-Infithar/82: 6-7).
Seandainya ada salah satu anggota tubuh kita berlebih atau berkurang dari kadar atau syarat yang seharusnya, pasti tidak akan terjadi keseimbangan (keadilan).
Ketiga, adil berarti “perhatian terhadap hak-hak individu dan memberikan hak-hak itu pada setiap pemiliknya”
            “Adil” dalam hal ini bisa didefinisikan sebagai wadh al-syai’ fi mahallihi (menempatkan sesuatu pada tempatnya). Lawannya adalah “zalim”, yaitu wadh’ al-syai’ fi ghairi mahallihi (menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya). “Sungguh merusak permainan catur, jika menempatkan gajah di tempat raja,” ujar pepatah. Pengertian keadilan seperti ini akan melahirkan keadilan sosial.
Keempat, adil yang dinisbatkan pada Ilahi.
            Semua wujud tidak memiliki hak atas Allah SWT. Keadilan Ilahi merupakan rahmat dan kebaikan-Nya. Keadilan-Nya mengandung konsekuensi bahwa rahmat Allah SWT tidak tertahan untuk diperoleh sejauh makhluk itu dapat meraihnya.
Allah disebut qaiman bilqisth (yang menegakkan keadilan) (Surah Ali ‘Imram/3: 18). Allah SWT berfirman: Dan Tuhanmu tidak berlaku aniaya kepada hamba-hamba-Nya (Surah Fushshilat/41: 46).
Perintah Berbuat Adil
            Banyak sekali ayat al-Qur’an yang memerintah kita berbuat adil. Misalnya, Allah SWT berfirman: Berlaku adillah! Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. (Surah al-Ma-idah/5: 8).
            Dijelaskan ayat ini, keadilan itu sangat dekat dengan ketakwaan. Orang yang berbuat adil berarti orang yang bertakwa. Orang yang tidak berbuat adil alias zalim berarti orang yang tidak bertakwa. Dan, hanya orang adil-lah (berarti orang yang bertakwa) yang bisa mensejahterakan masyarakatnya.
            Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman: Katakanlah, “Tuhanku memerintahkan menjalankan al-qisth (keadilan)” (Surah al-A’raf/7: 29). Sesungguhnya Allah memerintahkan berlaku adil dan berbuat ihsan (kebajikan) (Surah al-Nahl/16: 90). Sesungguhnya Allah telah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan (menyuruh kamu apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil). Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-sebaiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Surah al-Nisa/4: 58).
            Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang-orang yang benar-benar menegakkan Keadilan, menjadi saksi karena Allah, biarpun terhadap dirimu sendiri ataupun ibu bapakmu dan keluargamu. Jika ia kaya ataupun miskin, Allah lebih mengetahui keadaan keduanya, maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, sehingga kamu tidak berlaku adil. Jika kamu memutar balikkan, atau engggan menjadi saksi, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan. (Surah al-Nisa’/4:135).
            Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. (Surah al-Hujurat/49: 9).





Sumber : BUKU ILMU BUDAYA DASAR GUNADARMA
                    Widyo nugroho,Achmad Muchji

ILMU BUDAYA DASAR


ILMU BUDAYA DASAR

1.       TINJAU TENTANG ILMU BUDAYA DASAR

         Mata kuliah ilmu budaya dasar adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai. Tentang kebudayaan, tentang berbagai macam masalah yang di hadapai manusia dalam hidupnya sehari hari. Hal ini perlu, karena dirasakan kekurangan pada system pendidikan kita. Baik pada tingkat menengah , maupun pada tingkat perguruan tinggi. Tanpa memungkiri banyak fakotr factor lain yang menyebabkannya, salah satu yang penting adalah system pendidikan kita. Tidak lah dapat disangkal, bahwa ruang lingkup pendidikan kita amat sempit dan condong membuat manusia-manusia spesialis yang tidak berpandangan luas .



  •          PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR

Secara sederhana ilmu budaya dasar adalah pengetahuan yang di harapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertuab umum tentang konsep konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan.

Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya,lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof.Dr.Harsya bachtiar mengemukkakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar,Yaitu:

1.       Ilmu-ilmu alamiah (Natural science)

Ilmu Ilmu alamiah bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia .

2.       Ilmu-Ilmu Sosial (social Science)

               Ilmu-Ilmu social bertujuan untuk mengkaji keteraturan -keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar mansia.untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu ilmu alamiah

3.       Pengetahuan budaya (the humanities)

               Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan persitiwa peristiwa dan pernyataan pernyataan yang bersifat unik,kemudia diberi arti.

4.       Mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan.

               Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa inggris disebut dengan  basic humanitics. Pengetahuan budaya dalam bahsa inggris disebut dengan istilah the humanties.pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai nilai manusia sebagai mahluk berbudaya ( homo humanus), sedangkan ilmu budaya dsar bukan ilmu tentang budaya , melainkan mengenai pegetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah masalah manusia dan budaya.

                               

  •        TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR

        Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep konsep yang dikembangakan untuk megkaji masalah masalah manusia danm kebudayaan. Dengan demikian jelaslah bahwa mata kuliah ilmu budaya dasar tidak di maksudkan untuk mendidik ahli ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities),akan tetapi ilmu budaya dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya  terhadap nilai-nilai budaya , baik yang menyangkut orang lain dan aam sekitarnya,maupun yang menyangkut dirinya sendiri.

                        Untuk bias menjangkau tujuan tersebut ilmu budaya dasar diharapkan dapat:

1.       Mengusahakan penajaman kepekaan mahsiswa terhadap lingkuangan budaya,sehingga mereka lebih mudah menyesuakan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.

2.       Memberi kesempatan pada mahasiwa untuk memperluas pandangan mereka tentang masaalh kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persaoalan – persoalan yang menyangkut kedua hal tesebut.

3.       Mengusahakan agar mahsiswa, sebgai calon pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam bidang pengkotakan disiplin yang ketat.

4.       Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain.



2.       MANSIA DAN KEBUDAYAAN

                Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang sangat erat terkait satu sama lain. Dalam pembahsan awal mengenai mata kuliah IBD kita sudah bicarakan bahwa kedua hal tersebut merupakan dasar bagi pembahsan mater materi selanjutnya.



  •          MANUSIA

        Manusia dui alam dunia ini  memegang peranan yang unuk, dan dapat diandang dari banyak segi . dalam ilmu sekta. Manusia dipandang sebagai kumpullandari partikel partikel atom yang membebntuk jaringan jaringan system yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia). Manusia merupakan kumpulan dari berbagai system fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energe (ilmu fisika), manusia merupakanmahluk biologis yang tergolong dalam golongan makhluk mamalia (biologi). Dalam ilmu ilmun social , amnesia merupakan mahluk  yang inging memporelh keuntungan atau selalu meperhitungkan setiap kegatan , sering di sebut homo economcus(ilmu ekonomi), manusia merupakan mahluk social yang tidak dapat berdiri sendiri ( sosiologi), mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), mahluk yang berbudaya , sering disebut homo – humanus (filsafat), dll.



        Terdapat 2 pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur unsur yang membangun manusia

1.       Manusia itu terdiri dari emat unsur yang saling terkait yaitu

a.       Jasad

b.      Hayat

c.       Ruh

d.      Nafs

2.       Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu :

a.       Id, yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak Nampak. Id merupakan libidio murni, atau energy psikis yang menunjukan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex. Yang secara instingtual menentukan proses proses  ketidaksadaran (unconcius).Id tidak berhubngan dengan lingkungan luar diri ,tetapi terkait dengan struktur lain kepribadian yang ada gilirannya menjadi mediator antara insting ID dengan dunia luar.

b.      Ego merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Idm seringkali disebut sebagai kepribadian :eksekutif: karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosia yang dapat dimengerti oleh banyak orang lain.

c.       Superego, merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira kira pada usia 5 tahun. Dibandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri  individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal.



Dari uraian di atas dapat mengkaji aspek tindakan manusa dengan analisia hubungan antara tindakan dan unsur ubsur manusia . seringkali orang yang senang terhadap penyimpanan terhadap nilai niali masyarak dapat diidentifikasi bahwa orang tersebut lebih dikenadalikan oleh Id disbanding super egonya, atau seringkali ada kelainan yang terjadi pada manusia, misalnya orang yang berparas buruk dan bertubuh pendek berani tampil ke muka umum, dapat diterangkan dengan mengacu pada unsur  nafs(kesadaran diri) yang dimiliki oleh manusia.

  •          PENGERTIAN
        kebudataan dengan demikian mencakup segala aspek kehidupan manusia , baik yang sifatnya material, seperti perlatan peralatan kerja dan teknologi , maupun yang non material, seperti nilai kehidupan dan seni seni tertentu.

        Seorang antropolog yaitu E.B.Tylor (1871) mendefinisikan kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan , kesenian,moral,hokum,adat istiadat dan kemampuan kemampuan lain serta kebiasaan kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat .dengan perkataan lain kebudataan mencakup kesemuanya yang di dapatkan atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyaraka.







3.       KONSEPSI IILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSTRAAN

  •         ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA

Istilah prosa banyak padanannya . kadang kadang disebut narrative fiction, proses fiction atau hanya fiction saja. Dalam bahasa Indonesia istilah tadi sering diterjemahkan menjad cerita rekaan dan didefinisikan sbegai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pameran,lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Istilah cerita rekan umumnya dipakai untuk roman, atau novel,atau cerita pendek.


Dalam kesustraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru

A.      Prosa lama meliputi

1.       Dongeng dongen

2.       Hikayat

3.       Sejarah

4.       Epos

5.       Cerita pelipur lara

B.      Prosa baru meliputi

1.       Cerita pendek

2.       Roma/npve;

3.       Biografi

4.       Kisahh

5.       Otobiografi



  •          NILAI NILAI DALAM PROSA FIKSI

        Sebagai seni yang bertulang punggung cerita , mau tidak mau karya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawakan moral ,pesan atau cerita.adapun nilai nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra anatar.

1.        Prosa fiksi memberikan kesenagan

                Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah membaca mendapatkan pengalaman bagaiman mengalaminya sendiri peristiwa itu peristiwa atau kejadian yang dikisahkan.

2.       Prosa fiksi memberikan informasi

                Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat didalam ensiklopedi. Dalam novel sering kita dapat belajar sesuatu yang lebih dari ada sejarah atau laporan jurnalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan dating atau kehidupan yang asing sama sekali.

3.       Prosa fiksi meberikan warisan kultural

                Prosa fiksi dapat menstimuli imgainasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti hentinya dari warisan budaya bangsa.

4.       Prosa memberikan keseimbangan wawasan

                Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk emilih respon respon emsional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda dari pada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.



4.       MANUSIA DAN KEINDAHAN

  •          KEINDAHAN

        Kata keindahan berasal dari kata indah , artinya bagus , permai, caintk, elok,dan sebagainya . benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, mansia,rumah,tatanan,perabot rumah tangga,suara , warna, dan sebagainya. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luuas,seluas keanekaragaman mansia dan sesuai pula dengean perkembangan perdaban teknologi,social,dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia.

        Keindahan adalah identic dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya memounyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya Tarik yang selalubertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berartu tidak indah. Karena itu tiruan lukisan monalisa tidak indah, karena dsarnya tidak benar, sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaranmenurut konsep seni.dalam seni.seni berusaha memberikan makna sepenuh penuhnya mengenai objek yang diungkapkan.



5.       .MANUSIA DAN PENDERITAAN

  •          PENGERTIAN PENDERITAAN

        Penderitaan bersal dari kata derita , kata derita bersal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin,atau lahir batin.

        Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia . intensitas penderitaan bertingkat tingkat , ada yang berat ada juga yang ringan. Namun eranan individu juga menentukan berat tidaknya insensitas penderitaan .suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu pedneritaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

  •          SIKSAAN

        Siksaan dapat diartikan sebagi siksaan badan atau jasmani. Dan dapat juga berupa siksaan jiwa rohani. Akbiat yang dialami seseorang,timbulah penderitaan.



6.       MANUSIA DAN KEADILAN

  •          PENGERTIAN KEADILAN

        Keadilan menurut aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagi titik tengah diantar ke dua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit, kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan , maka masing masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama . kalau  tidak sama . maka masing masing orang akan menerima bbagian yang tidak sama, sedangkan pelanggaran terhadap proporsi tersebut berarti ketidak adilan.

        Keadilan oleh plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang adikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri,  dan perasaannya dikendalikan oleh akal.



  •          BERBAGAI MACAM KEADILAN

A.      Keadilan legal atau keadilan moral

                Plato berpendapat bahawa keadilan dan hokum meruoakan substansi rohani umum dari masyarakat  yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakt yang adil setiap rang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya . pendapata plato itu disebut keadilan moral ,sedangkan ,sunoto menyebutkan keadilan legal.

B.      Keadilan distributif

                Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equallu) .

C.      Keadilan komutatif

                Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujun g ekstrim menjadi ketidak adilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.





7.        MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

  •          PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB

        Tanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggunmg jawab ,emurut kamus umum bhasa Indonesia adalah kewajiban menggung, memikul jawab, menggung segala sesuuatunya atau memberikan jawab dan menggug akibatnya.

        Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja .tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

  •         MACAM MACAM TANGGUNG JAWAB

        Manusia itu berjuanng meme nuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia menghadapi manusia lain dalam masyarakat atau menghadapi lingkungan  alam. Dalam usahanya itu manusia juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan yaitu kekuasaan tuhan. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya. Atas dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab , yaitu :

a.       Tanggung jawab tehadap diri sendiri

b.      Tanggung jawab terhadap keluarga

c.       Tanggung jawab terrhadap masyarakat

d.      Tanggung jawab kepada bangsa dan Negara

e.      Tanggung jawab terhadap tuhan

8.        MANUSIA DAN KEGELISAHAN

  •          PENGERTIAN KEGELISAHAN

        Kegelisahan berasal dari kata gelisah , yang berarti tidak tenteram hatinyam sealu merasa khawatir , tidak tenang , tidak sabar , cemas.  Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya , tidak sabar ataupun dalam kecemasan.

        Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak gerik itu umumnya lain dari biasanya, misalnya beralan mundar mandir dalam ruang tertentu sambil menudukkan kepala memandang jauh kedepan sambil mengepal ngepalkan tangganya duduk termenung sambil memegang kepalanya duduk dengan wajah murung atau sayi, malas bicara dan lain lain.

  •          SEBAB SEBAB KEGELISAHAN

        Apabila kita kaji, sebab sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar mauoun dari dalam.

  •          USAHA USAHA MENGATASI KEGELISAHAN

 Mengatasi kegelisahan ini pertama tama harus mulai dari diri kita sendiri, yaitu kita hharus bersika[ tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.








 Sumber : BUKU ILMU BUDAYA DASAR GUNADARMA
                    Widyo nugroho,Achmad Muchji